RUU KUHP Jika Tidak Segera Dikeluarkan Akan Mengundang Sejumlah Aktivis

RUU KUHP Jika Tidak Segera Dikeluarkan Akan Mengundang Sejumlah Aktivis

Sepanjang satu minggu paling akhir gelombang penampikan pada pengesahan RUU KUHP serta koreksi UU KPK terus santer disuarakan mahasiswa dari beragam wilayah di Tanah Air. Serta dua mahasiswa wafat di Kendari.

Menurut aktivis demokrasi serta eks aktivis 1998, Ray Rangkuti, pergerakan mahasiswa ini diperhitungkan akan tetap berbuntut apabila Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak selekasnya keluarkan Ketentuan Pemerintah Alternatif Undang-Undang atau Perppu KPK.

” Saya meyakini ini berbuntut, ” kata Ray Rangkuti selesai diskusi Populi Center di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019) .

Selain itu, Presiden Jokowi sendiri tengah perhitungkan akan keluarkan Perppu sehabis mendapatkan input dari beragam faksi.

Tetapi, Ray memperingatkan pemerintah supaya jangan merasa kondisi sudah mengalami penurunan bersamaan dengan gagasan penerbitan Perppu. Ia serta memperkirakan perbuatan akan dilaksanakan dengan cara sporadis di banyak kota.

” Kita lihat mahasiswanya konsisten pelihara etosnya. Etos mengerjakan perlawanan, hingga sampai pendapat saya Perppu itu dikeluarkan presiden. Di Perppu itu selanjutnya dengan cara perlahan-lahan akan memajukan itu, ” tuturnya.

” Namun kalaupun presiden tidak menurunkannya, saya sangka akan kesusahan. Saya sich mengharapkan benar presiden keluarkan Perppu itu. Lantaran pemikiran sudah pasti kondisi sudah darurat. Saya tidak ketahui pengertian darurat mereka (pemerintah) seperti apa. Wafat udah dua orang, banyak moment yg harusnya berubah menjadi perhatian presiden, presiden harusnya udah ke Papua, dll. Namun lantaran terhambat oleh kondisi yg saat ini, pada akhirnya tinggal di Jakarta dll, ” susulnya.

QQmega368 Agen DominoQQ Dapat Diyakini Dan Begitu Kondang

Eks aktivis 98 ini mengimbuhkan, apabila selekasnya keluarkan Perppu, Jokowi akan diuntungkan dengan cara politik. Pasalnya DPR periode 2014-2019 akan selekasnya selesai periode jabatannya.

Pada 1 Oktober akan masuk anggota DPR periode baru yg menurut dia belum akan ngotot menampik Perppu seperti mereka sepakat menetapkan koreksi UU KPK.

” Saat ini 50 % anggota DPR baru yg tidak mungkin baru ada langsung dimaki-maki warga. Sebab itu peluang presiden keluarkan Perppu mereka akan mempersetujui. Lantaran ini anggota DPR baru, ” tuturnya.

Apabila ada fraksi yg menampik Perppu, karena itu bisa berefek pada partai pada Pemilihan kepala daerah 2020. Mereka yg menampik akan mendapatkan sangsi dari warga dimana calon yg mereka calonkan dalam Pemilihan kepala daerah gak akan di ambil warga.

” Dengan tiga pemikiran ini saya menyaksikan kian lebih baik kalaupun presiden keluarkan Perppu-nya, lantaran tidak ada yg dirugikan betul-betul dari Perppu itu. Kalaupun kita kembali lagi KPK lama, demonstrasinya berhenti, presiden konsentrasi pada kegiatan lain termasuk juga hadapi depresi global yg dikatakan presiden, ” ujar Ray Rangkuti.

” Dengan cara politik saya lihat aman, lantaran ada anggota DPR baru yg pendapat saya yg tidak akan ingin demikian masuk langsung mendadak dimaki-maki oleh warga, mereka tidak ingin. Atau didemo oleh warga pasti mereka tidak ingin, pasti ada peluang lulus di parlemen. Kalaupun ada partai yg tampak menampik Perppu itu, mereka mendapatkan sangsi politik pada Pemilihan kepala daerah 2020. Jadi oleh karenanya pemikiran rasionalnya, pemikiran pragmatisnya, pemikiran politisnya presiden mengeluarkan Perppu, ” ujar Ray.

Dalam peluang itu, Ray pun mengemukakan perbuatan mahasiswa di banyak wilayah tidak ada yg tunggangi seperti sangkaan beberapa faksi. Menurut dia demonstrasi yakni murni pergerakan mahasiswa yg ingin aspirasinya didengar.

Kemlu : Wakil Presiden China Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

“Tidak (ditunggangi) , murni, ” tegasnya.

Menurut dia ada enam ciri buat menilainya suatu pergerakan itu murni atau ditunggangi kebutuhan khusus. Ciri pertama yakni dilaksanakan dengan cara massif dengan jumlahnya besar.

“Ini dari Sabang hingga sampai Merauke mungkin udah raih juta-an mahasiswa, ” katanya. Hal ke dua yakni tidak ada komando tunggal. Demonstrasi mahasiswa di banyak wilayah komandonya berlainan.

“Contoh ini hari, mahasiswa Kediri arahan mahasiswa Jakarta lantaran tak ingin dialog (dengan presiden) itu. Itu yakni tipikal mereka memang tidak ditunggangi siapapun juga. Jadi akan ada pertentangan. Persis seperti kita di 98 itu, grupnya sangat banyak. Namun sekalinya demikian mereka dipersatukan rumor besarnya. Rumor besarnya itu kan RKUHP serta koreksi UU KPK. Namun kala berbarengan akan ada beberapa rumor turunan yg berlainan, sama dengan lokalitas (kesulitan) semasing, ” tuturnya.

“Dengan tipikal mirip ini di pergerakan mahasiswa, saya haqqul meyakini pergerakan ini murni. Kalaupun isunya sama, tunggal itu malah menyangsikan. Ini isunya sama namun langkah mengkomunikasikannya berlainan. Ini membuktikan pergerakan sendiri-sendiri. Kalaupun pergerakan sendiri-sendiri bagaimana menungganginya? ” tangkisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close