Habisi Nyawa Ayah Kandung, Penduduk Aceh Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara

Habisi Nyawa Ayah Kandung, Penduduk Aceh Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri (PN) Sukai Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara terhadap Denis alias Botong (31) . Denis bisa dibuktikan melaksanakan pembunuhan pada ayah kandungnya yang berlangsung pada Minggu (23/6) waktu lalu. Sidang yang di pimpin hakim ketua Arizal Anwar dengan link sbobet dua hakim anggota semasing Rosnainah serta Edo Juniansyah itu membacakan ketetapan majelis hakim sesuai sama tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Rahmad Ridha yang tuntut terdakwa Denis biar dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Menjatuhkan vonis 20 tahun kurungan terhadap Denis alias Botong saat 20 tahun penjara serta dipotong saat tahanan, ” kata majelis hakim sama seperti ditulis Di antara, Selasa (19/11/2019). Denis dikatakan bisa dibuktikan resmi serta bersalah lantaran melanggar Masalah 340 KUHP lantaran bisa dibuktikan menghabisi nyawa orangtuanya, M Yusu (45) penduduk Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, yang berlangsung pada 23 Juni 2019.

Baca juga : KPK Suru Sekjen DPR Jadi Saksi Mata Masalah Korupsi Pemasukan Bawang Putih

Dia tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri kala sang ayah tengah ada di kebun kelapa sawit seseorang diri, lewat cara membacok sang ayah dengan sebilah pisau sampai selanjutnya wafat. Atas ketetapan majelis hakim itu, terdakwa Denis mengakui terima ketetapan majelis hakim yang beri hukuman dirinya sendiri sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) . Sesaat JPU Rahmad Ridha yang dengerin ketetapan majelis hakim pun menjelaskan terima ketetapan disebut, sampai ketetapan itu udah miliki kekuatan hukum dengan cara terus. Selesai melakukan sidang, terhukum Denis langsung dibawa kembali lagi Instansi Pemasyarakatan Meulaboh, Aceh Barat, untuk melakukan hukuman sama dengan ketetapan hukum yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close